Naruto

Minggu, 09 September 2012

HADITS SESAMA MUSLIM BERSAUDARA



BAB I
A.  HADITS TENTANG ORANG ISLAM ITU BERSAUDARA
1.    Hadits
2.     Terjemah Hadits
Dari Abi Hurairah r.a katanya: Telah bersabda Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam: Janganlah kamu berdengki-dengkian, dan janganlah kamu bertipu-tipuan, dan janganlah kamu berbelakang-belakangkan, dan janganlah sebahagian kamu menjual di atas penjualan sebahagian daripada kamu dan jadilah kamu wahai hamba Allah yang bersaudara. Orang Islam bersaudara dengan orang Islam yang lain, tidak boleh ia menganiayainya, dan tidak boleh membiarkannya (dalam kehinaannya), dan tidak boleh mendustainya, dan tidak boleh menghinanya.Taqwa itu di sini”kata Nabi sambil menunjuk kedadanya tiga kali, Sudah cukup banyak kejahatan seseorang itu, bahawa ia merendahkan saudaranya yang muslim. Sekalian orang Islam atas orang Islam haram darahnya dan hartanya dan kehormatannya. ~(Riwayat Imam Muslim)~



3.     Kosa Kata:
تَدَابَرُوْ = Menjual                                                يَحْقِرُهُ  = Menghinanya
كُلُّ      = Setiap                                       اْلمُسْلِمِ  = Orang Islam
حَرَامٌ َ  = Haram                                      ضُهُ عِر = Kehormatannya
4.     Asbabul Wurud Al-Hadits
Diriwatkan di dalam “Musykilul Atsar” bersumber daru Umar, katanya: “Kami telah keluar, ingin menemui Rasulullah. Ikut bersama kami Wail bin Hujrin, namun di perjalanan ia ditangkap musuh. Maka keluarlah orang-orang untuk memberi kesaksian baginya. Dan akupun memeberi kesaksian bahwa ia saudaraku”. Kata Rasulullah: “Engkau benar……………..dan seterusnya”.
5.     Penjelasan
Hadith ini merupaka antara amanat terakhir Rasulullah s.a.w. kepada umat Islam. Ada sumber yang mengatakan hadith ini diucapkan sewaktu khutbah wida’. Di dalam hadith ini, Rasulullah mengajar umat Islam supaya mementingkan perpaduan dan mengamalkan adab-adab dan tatasusila terutama sekali sesame Muslim. Perpaduan adalah salah satu intipati terbesar dalam Islam. Di dalam al-quran, terdapat banyak sekali ayat-ayat yang menggesa umat Islam supaya bersatu. Antaranya, dalam surah al-‘Imran: 103:
“Dan berpegang teguhlah kamu semua pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..”
Dan di dalam surah At-Taubah ayat ke 71, Allah menyebut:
“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebahagian mereka menjadi ‘awliya’ (setia atau penolong) bagi sebahagian yang lain.”
Terdapat banyak lagi ayat-ayat di dalam al-quran yang menyeru ke arah perpaduan, dan banyak juga ayat yang melarang perpecahan. Kita dapat melihat ayat-ayat ini dalam surah ali-Imran: 103, seperti yang disebut tadi.
Terdapat banyak juga hadis yang menyeru umat Islam supaya bersatu. Di dalam satu hadis yang direkod oleh Imam Muslim:
“Sesungguhnya Allah menyukai 3 perkara untuk kamu dan mengharamkan 3 perkara untuk kamu. Dia menyukai kamu menyembahNya dan meleraikan segala perkara denganNya, kamu berpegang teguh pada tali Allah dan kamu tidak berpecah. Dan Dia tidak tidak menyukai bercakap-cakap kosong, terus-menerus bertanya, dan membazir kekayaan.”
Pengajaran:
Agama Islam adalah agama yang harmoni dan sangat mementingkan keamanan dan perpaduan sesame umat Islam. Terdapat banyak pengajaran yang dapat diambil secara terus dari hadis ini.
1. Jangan saling berdengki.
2. Jangan saling menipu.
3. Jangan saling membenci.
4. Jangan saling membelakangi.
5. Jangan menjual di atas penjualan orang lain.
Perkara-perkara yang dinasihati Nabi s.a.w. tersebut semuanya berkaitan dengan hak-hak seorang Muslim. Seorang Muslim mempunyai hak yang wajib ditunaikan oleh Muslim yang lain. Perkara-perkara yang diingatkan oleh Rasulullah s.a.w. ini merupakan antara penyakit hati yang sangat mudah untuk berlaku di dalam kehidupan seharian kita di mana jua. Justeru, biarpun kelihatan perkara kecil, Rasulullah mengingatkan umat Islam untuk menjaga perkara-perkara ini sebagai hak seorang Muslim.
Rasulullah s.a.w. menyambung nasihat baginda dengan bersabda:
‘Jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara’
Hendaklah umat Islam saling bergaul dan memperlakukan orang lain seperti saudara dalam kecintaan, kasih sayang, keramahan, kelembutan dan tolong-menolong dalam kebaikan dengan hati ikhlas dan jujur dalam segala hal.
Seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain, maka tidak boleh menzaliminya, menelantarkannya, mendustanya dan menghinanya.
Inilah indahnya ajaran Islam. Rasulullah menekankan bahawa seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain. Agama Islam mempersaudarakan umatnya atas talian aqidah yang suci. Dan inilah dia talian yang diiktiraf oleh Allah di dalam al-quran.
Betapa Islam sangat menghargai harga dan nilai seorang Muslim. Menelantarkan di sini bermaksud tidak member bantuan dan pertolongan. Maksudnya, jika ia meminta tolong untuk melawan kezaliman, maka menjadi keharusan saudaranya sesame Muslim untuk menolongnya jika mampu dan tidak ada halangan syar’i.
Taqwa
Akhir sekali, setelah baginda mengingatkan tentang hak-hak dan adab-adab seorang Muslim, Rasulullah mengaitkan pula kesemua perkara ini dengan taqwa. Rasulullah s.a.w. mengingatkan kita bahawa perkara yang membezakan seseorang dari seorang yang lain ialah taqwa. Orang yang paling mulia adalah orang yang bertaqwa kepada Allah, meskipun dipandang rendah oleh orang lain.
Nilai seorang Muslim
Harga seorang Muslim sangat tinggi dan tidak boleh diperkotak-katikkan orang lain. Setiap Muslim mempunyai hak dan wajib dihormati dan dijaga haknya. Islam sangat melarang seorang Muslim untuk merendah-rendahkan seorang Muslim yang lain.










BAB II
B.  HADITS TENTANG ORANG YANG BERIMAN ITU IBARAT SATU TUBUH
1.     Tentang Hadits
مَثَلُ اْلمُؤْمِنِيْنَ فِي تَوَادِهِمْ وَتَرَاحِمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ اْلجَسَدِ اِدَااسْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرِ اْلجَسَدِ بِالسَهَرِ وَاْلحُمَى رواه البخارى والمسلم .
2.     Terjemahan Hadits
Perumpamaan sesama orang-orang mukmin dalam mencinta, menyayangi, dan merasakan lemah lembut seperti satu tubuh manusia, Jika diantara satu anggotanya merasa sakit maka seluruh tubuh akan merasakan gelisah dan sakit panas.(HR.Bukhori dan Muslim)
3.     Kosa Kata:




Saling mencintai    =
تَوَادِهِمْ
Perumpamaan        
 =               مَثَلُ
Tubuh                     =
اْلجَسَدِ
Saling berlaku lemah lembut
 =      وَتَعَاطُفِهِمْ
Anggota                  =
عُضْوٌ
Mengadu                            
 =         اسْتَكَى
Semua                     =
سَائِرِ
Mereka                   
 =              هِمْ
Gelisah                    =
السَهَر
Sakit panas            
  =        وَاْلحُمَى
Saling menyayangi =
تَرَاحِمِهِمْ
Merasakan             
  =         تَدَاعَى




4.     Penjelasan
Hadis ini menerangkan tentang etika atau tata pergaulan sosial kemasyarakatan sesama muslim. Dalam hadis ini Rasullalah memberi pelajaran bagaimana hubungan sosial orang-orang islam dengan orang islam lainnya. Cinta kasih sayang dan kemesraan hubungan orang-orang muslim dengan muslim lainnya itu digambarkan oleh Rasulallah SAW ibarat satu tubuh. Dalam  hadis ini juga menjelaskan tentang pentingnya solideritas dalam kehidupan antara umat islam.
Kita tahu dan sadar bahwa manusia tidak bisa hidup kecuali dalam kebersamaan. Kebersamaan baru dapat diwujudkan manakala solideritas tercermin dalam kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu anjuran hadist tersebut kepada umat islam untuk mewujudkan solideritas dalam kehidupan antra mereka merupakan ajakan yang positif dan itulah etika pergaulan sesama umat islam.














BAB III
C.  HADITS TENTANG SESAMA MUSLIM HARUS SALING MENJAGA LIDAH DAN PERBUATANNYA
1.     Tentang Hadits
Muslimin yang baik
عَنْ عبد الله بن عُمْرِو بْنِ العَاصِ يَقُولُ اِنَّ رَجُلا
سَأَلَ رَسُولُ الله صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّن
أَتَى الْمُسلِمِيْنَ خَيْرٌ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنَ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
(رواه مسلم)
2.     Terjemah Hadits
Dari Abdullah bin Amr bin Ash Katanya : Bertanya seorang lelaki kepada Rasulullah saw : “ Siapakah yang terbaik di antara kaum muslimih itu? “ Jawab Rasulullah saw : ”Ialah kaum muslimin yang terhindar dari bencana lidah dan tangannya.” (HR. Muslim)
3.     Kosa Kata

رَجُلا = Laki-laki                    خَيْرٌ = Terbaik
 قَالَ  = Berkata                      سَلِمَ = Selamat
     لِسَانِهِ  = Lidahnya                     يَدِهِ = Tangannya

4.                 Asbabul Wurud Al-Hadits
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar bahwa seorang laki-laki telah bertannya kepada Rasulullah saw: “Ya Rasulullah, Muslim yang mana yang paling baik?”. Jawab beliau: “Sebaik-baik muslim ialah orang yang menjaga lidah dan tangannya dan seterusnya”.


5.     Penjelasan
·         Perhatian shahabat yang sangat besar untuk melakukan amal yang dapat memasukkan mereka ke surga.
·         Amal perbuatan merupakan sebab masuk surga jika Allah menerimanya dan hal ini tidak bertentangan dengan sabda Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam  “Tidak masuk surga setiap kalian dengan amalnya ”. Makna hadits tersebut adalah bahwa amal dengan sendirinya tidak berhak memasukkan seseorang ke surga selama Allah belum menerimanya dengan karunia-Nya dan Rahmat-Nya.
·         Mentauhidkan Allah dan menunaikan kewajibannya adalah sebab masuknya seseorang ke dalam surga.
·         Shalat sunnah setelah  shalat fardhu merupakan sebab kecintaan Allah ta’ala kepada hambanya.
·         Bahaya lisan dan perbuatannya akan dibalas dan bahwa dia dan mencampakkan seseorang ke neraka karena ucapannya.


Tidak ada komentar :

Poskan Komentar